EKSISTENSI PURA PELAWAH KEMONG DI DESA BULIAN, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG

Penulis

  • Luh Made Ayu Widianingsih STKIP Agama Hindu Singaraja

Abstrak

Pura Pelawah Kemong keberadaannya diperkirakan berawal saat desa Banyubuah (Bulian sekarang) diserang oleh bajak laut asing (Inggris), sebagian desa dihancurkan, harta kekayaan dirampas, namum pendekar-pendekar Bulian bertahan dengan gigih dan berhasil mengusir mereka (bajak laut) meskipun banyak terjadi korban. Beberapa puluh orang bajak laut yang ditangkap, ditawan di suatu tempat dan satu persatu dari mereka diadu kekuatannya dengan sesama temannya seperti orang mengadu ayam. Itulah pangkal cerita yang menyatakan bahwa di desa Bulian diadakan Tajen Jelema atau petarung manusia. Adapun bentuk pura Pelawah Kemong hanya terdiri satu halaman saja, yang melambangkan Eka Bhuana. Selain memiliki arti panunggalan antara alam bawah dengan alam atas, seperti yang sudah dijelaskan di atas Eka Bhuana juga dapat diartikan sebagai tempat atau halaman tempat suci atau pura yang hanya terdiri dari satu halaman saja. Tidak berisi halaman seperti dalam konsep Tri Mandala, ada jeroan, jaba tengah, jaba sisi. Upacara/piodalan di pura Pelawah Kemong dilaksanakan hari buda wage/ buda cemeng dan juga bersamaan dengan upacara/piodalan di Khayangan Tiga dimana piodalan di pura Pelawah Kemong dibagi menjadi tiga tahap yaitu persiapan,puncak acara, dan penutup.Berdasarkan penjelasan diatas pura Pelawah Kemong memiliki fungsi sebagai tempat melakukan persembahyangan ketika mereka melakukan perjalanan jauh untuk memohon keselamatan selain itu pura Pelawah Kemong berfungsi untuk memperoleh kekuatan.Dari cerita suci tentang keberadaan Pura Pelawah Kemong sekarang tetap dipertahankan eksistensinya oleh masyarakat Bulian dan masyarakat luar Bulian sebagai tempat memuja Tuhan dengan manifestasinya yang diyakini memiliki kekuatan religius dan adi kodrati.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-09-09

Cara Mengutip

Widianingsih, L. M. A. . (2022). EKSISTENSI PURA PELAWAH KEMONG DI DESA BULIAN, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG . Jurnal Widya Sastra Pendidikan Agama Hindu, 5(2), 67-71. Diambil dari https://jurnal.stkipahsingaraja.ac.id/index.php/wspah/article/view/423

Terbitan

Bagian

Articles