PEMBENTUKAN KARAKTER DARI MASA KONSEPSI DAN USIA PRENATAL AGAR MEMILIKI ANAK YANG SUPUTRA
Abstract
Banyak kasus yang terjadi di antara generasi muda Hindu, seperti kehamilan di luar nikah, karena tidak adanya bimbingan pra nikah untuk menjadi suami dan istri yang baik, menjadi ayah dan ibu yang baik, yang bisa memberikan keturunan anak yang suputra. Berdasarkan masalah ini maka bimbingan pra nikah mutlak harus diberikan agar pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan secara mental emosional, sosial ekonomi, dan spiritual agar bisa menciptakan kondisi yang kondusif di masa konsepsi dan di usia pre natal agar bisa melahirkan generasi yang suputra. Jenis penelitiannya adalah kualitatif dengan studi literatur. Data tentang text Adi Parwa dan Drona Parwa dikumpulkan secara manual, dengan membaca abstrak, kesimpulan dan metodologinya untuk menentukan relevan tidaknya text tersebut. Datanya dianalisis melalui analisis konten, naratif, tematik, wacana, histori, dan perbandingan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan hasil analisisnya sebagai berikut: (1) Materi utama bimbingan pra nikah adalah tentang dasar-dasar perkawinan, yakni: hak dan kewajiban suami dan istri, komunikasi yang baik, tujuan perkawinan, kesiapan finansial, kesiapan manajemen ekonomi keluarga, dan kesehatan alat reproduksi secara biologis. (2) Kelahiran Panca Panḍawa bukanlah kelahiran biologis biasa, melainkan kelahiran yang penuh dengan makna spiritual dan simbolis. Setiap kelahirannya merepresentasikan penyempurnaan diri dan anugerah dari Yang Maha Kuasa untuk menegakkan dharma. (3) Penanaman nilai-nilai pendidikan dimulai sejak dalam kandungan (Prenatal Education) adalah selaras dengan ilmu pengetahuan modern tentang pentingnya stimulasi musik, percakapan, dan ketenangan ibu bagi perkembangan otak janin.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Wayan Suwendra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

