Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal usul Pura Yeh Lesung, bentuk Pura Yeh Lesung, fungsi Pura Yeh Lesung, dan nilai Pura Yeh Lesung. Untuk mencapai tujuan itu digunakan beberapa metode kualitatif dan beberapa teori yang terdiri dari: 1) Metode wawancara (interview), 2) Metode Observasi dan metode pelengkapnya menggunakan 3) metode pencatatan dokumen. Teori yang digunakan diantaranya: 1) Teori Religi, 2) Teori Fungsional Sruktural, 3) Teori Interaksi Simbolik, 4) Teori Komunikasi Kontekstual, dan 5) Teori Komunikasi Verbal dan Non Verbal. Keberadaan Pura Yeh Lesung sangat erat kaitannya dengan sejarah Desa Bulian. Berawal dari seorang putri, cucu Ugrasena yang kemudian diangkat menjadi ratu bernama Sri Subhadrika Darmadewi. Beliau menikah dengan seorang panglima perang, putra dari Sri Kesari bernama Tabanendra Warmadewa. Pangkal asal-usul dibangunnya PuraYeh Lesung untuk menghormati para raja yang pernah tinggal di Banyubuah. Pura Yeh Lesung yang pernah dijadikan tempat kerajaan sebagai perbentengan dan pertahanan. Pura Yeh Lesung terdiri atas dua halaman (Dwi Mandala) yang terdiri atas: jaba pisan (halaman luar) dan jeroan (halaman dalam) yang melambangkan alam atas (urdhah) dan alam bawah (adhah) yaitu akasa dan pertiwi. Pura Yeh Lesung berfungsi sebagai tempat melukat. Tirta yang ada pada Bulakan/lesung tersebut diyakini oleh masyarakat setempat mampu memberikan pengobatan. Pura Yeh Lesung mengandung nilai religiis, nilai sosial budaya, nilai pendidikan karakter, dan nilai kesenian.

Article Details

How to Cite
Gara, I. W. (2023). Pura Yeh Lesung di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Prabha Vidya, 3(1), 32-43. Retrieved from https://jurnal.stkipahsingaraja.ac.id/index.php/prabavidya/article/view/448